BENGKULU,eWARTA.co -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengusulkan tiga nama putra Bengkulu sebagai tokoh pejuang kemerdekaan untuk bisa ditetapkan menjadi pahlawan nasional.Ketiga nama tokoh tersebut, yaitu AM Hanafi, Indra Cahya dan Abdul Rifai.
"Pengusulan gelar pahlawan nasional harus melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Bengkulu," kata Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, Sabtu (13/3/2021).
Tim tersebut nantinya akan bekerja melakukan pengkajian dan penelitian terhadap tokoh Bengkulu yang berjasa baik terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia maupun berjasa terhadap pendirian Provinsi Bengkulu.
Penelitian meliputi keabsahan data pribadi atau biografi, garis keturunan, peristiwa penting, dan reorientasinya terhadap perjuangan kemerdekaan.
"Tiga nama yang visible untuk kami usulkan mendapat gelar pahlawan nasional. Langkah awal adalah menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan," kata Rohidin.
Menurutnya, Provinsi Bengkulu memiliki catatan sejarah tersendiri yang sangat berarti bagi kemerdekaan Indonesia. Bahkan ada banyak tokoh-tokoh Bengkulu pada masanya, yang memiliki kontribusi besar dalam mewujudkan kemerdekaan dan membangun bangsa.
Apalagi diakui, sampai saat ini baru dua tokoh Bengkulu yang mendapatkan pengakuan dan ditetapkan menjadi pahlawan nasional, karena berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, yaitu Ibu Agung Fatmawati Soekarno dan Hazairin yang merupakan ahli hukum adat, menjadi Residen Bengkulu pada tahun 1946.
“Semakin banyak tokoh-tokoh Bengkulu yang ditetapkan menjadi pahlawan nasional, akan membawa pengaruh besar bagi Bengkulu untuk dikenal luas di wilayah Indonesia. Salah satu yang akan diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional yaitu AM Hanafi, dinilai memiliki peran dalam perjuangan sejarah kemerdekaan Republik Indonesia bersama Bung Karno,” jelasnya.
Ketiganya adalah putra Bengkulu yang lahir di Seluma, Bengkulu Utara dan Mukomuko.
AM Hanafi lahir di Bengkulu pada 1918 dan meninggal di Paris, Prancis pada 2 Maret 2004 dalam usia 85 tahun.
AM Hanafi melalui jalan sejarah setelah ditunjuk Presiden Soekarno menjabat sebagai Menteri Urusan Tenaga Rakyat tahun 1957 hingga 1960. Kemudian pada 1963 hingga 1965 menjadi Duta Besar RI untuk Kuba.
Hanafi menyematkan AM di nama depannya yang merupakan kepanjangan dari 'Anak Marhaen' sebagai wujud kekagumannya kepada Bung Karno.
Tokoh selanjutnya yang diusulkan menjadi pahlawan nasional yaitu Indra Cahya, merupakan Residen Bengkulu yang diangkat pada 3 Oktober 1945.
Sehari setelah diangkat baru lah bendera merah putih untuk pertama kali dikibarkan di Kota Bengkulu yaitu pada 4 Oktober 1945.
Nama Indra Cahya saat ini diabadikan menjadi salah satu nama jalan protokol, tepatnya di Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.
Selanjutnya, Abdul Rifai, adalah orang Indonesia pertama yang meraih gelar dokter di Belanda, dengan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Amsterdam dan tamat tahun 1908.
Abdul Rifai lahir di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu pada 13 Agustus 1871, selain berjala dibidang kesehatan, juga berjasa dibidang pendidikan dan pers di Indonesia. (Bisri)









