Tolak Kenaikan Harga BBM, Aliansi Mahasiswa Bengkulu Dilarang Masuk Kantor Gubernur

Mahasiswa Dilarang Masuk Kantor Gubernur Bengkulu
Create: Fri, 07/05/2021 - 15:55
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Aliansi Mahasiswa Provinsi Bengkulu kembali mendatangi kantor Gubernur dalam menolak dan membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mahal di Provinsi Bengkulu, pada Jumat (07/05/2021).

Hearing yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa yang tergabung di dalam Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Bengkulu sempat dihadang dan adu mulut dengan Satpol PP yang sedang bertugas di kantor Gubernur.

Koordinator Hearing Aliansi Mahasiswa Provinsi Bengkulu Hengko menjelaskan bahwa, pihaknya sangat kecewa kepada pemerintah Provinsi Bengkulu yang tidak mengakomodir mahasiswa untuk bertamu ke kantornya.

"Kami sangat kecewa, bahwa kami datang baik-baik malah dihadang-hadangi dan tidak diakomodir, kita tidak bertemu kepada pejabat-pejabat terkait dan dialihkan di hari Senin, maka kami menyatakan sikap memberikan kartu kuning sebagai peringatan kepada pemerintah Provinsi Bengkulu yang telah gagal membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat," jelas Hengko kepada jurnalis eWarta.co.

Dia menambahkan, hearing pada hari ini adalah menindaklanjuti tuntutan yang telah diserahkan pada satu bulan yang lalu.

"Tepat satu bulan yang lalu pada tanggal 9 April kemarin kami sudah melakukan audiensi dan menyampaikan tuntutan itu, dan pada hari ini kami mau menindaklanjuti atau memfollow up hasil tuntutan kemarin," sambungnya.

Semetara itu, tuntutan audensi meliputi, pertama menuntut dan mendesak untuk melakukan meninjau kembali SK Gubernur Nomor K.324/BKSD/2020, kedua menjalankan prinsip Good Goverman, ketiga melakukan pengawasan terhadap penggunaan BBM bersubsidi, keempat melakukan tindakan tegas terhadap okum yang melanggar penggunaan BBM, lima segera menjadi pelopor penggerak konservasi Energi Terbarukan, enam mengontrol laju inflasi di Provinsi Bengkulu. (Nandar)