Tolong!! Jembatan Aiak Paungan Rusak Parah, Warga Tiga Desa di Lubuk Sandi Pertaruhkan Nyawa Setiap Hari

Create: Tue, 23/06/2026 - 19:11
Author: Admin 3
Tags

 

Seluma, eWarta.co -- Kerusakan Jembatan Aiak Paungan di Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, semakin memprihatinkan. Jembatan yang menjadi penghubung utama Desa Dusun Tengah, Desa Arang Sapat, dan Desa Cawang itu kini berubah menjadi ancaman bagi keselamatan warga yang melintas setiap hari.

Lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu tampak banyak yang lapuk, patah, bahkan berlubang. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus ekstra hati-hati saat menyeberang, terutama pada pagi dan sore hari ketika aktivitas warga dan pelajar sedang tinggi.

Bagi masyarakat di tiga desa tersebut, Jembatan Aiak Paungan bukan sekadar sarana penghubung, melainkan akses utama untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengangkut hasil perkebunan, bekerja, hingga mengantar anak ke sekolah, semuanya bergantung pada keberadaan jembatan tersebut.

Kepala Desa Cawang, Wenra, mengatakan tidak tersedia jalur alternatif yang dapat digunakan warga apabila jembatan tersebut tidak bisa dilalui.

"Jembatan ini satu-satunya akses masyarakat. Jika kondisinya semakin rusak atau bahkan putus, aktivitas warga di tiga desa akan lumpuh," kata Wenra.

Menurutnya, pemerintah desa bersama masyarakat telah berulang kali menyampaikan usulan perbaikan kepada pemerintah daerah. Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.

Kerusakan yang terus terjadi membuat sebagian pengendara memilih turun dari kendaraan saat melintas. Bahkan tidak sedikit warga yang meminta anggota keluarganya berjalan kaki menyeberangi jembatan untuk mengurangi beban saat kendaraan melintas di atas papan yang sudah rapuh.

Situasi tersebut juga dirasakan para pelajar yang setiap hari harus menggunakan jembatan itu untuk berangkat dan pulang sekolah. Rasa khawatir menjadi hal yang hampir selalu mereka alami saat melintasi jembatan.

Salah seorang siswi SMP, Ardita, mengaku selalu merasa takut ketika harus melewati Jembatan Aiak Paungan.

"Tiap hari kami lewat sini. Kalau melihat papan yang sudah rusak, rasanya takut jembatan tiba-tiba jebol," ujarnya.

Ia mengaku pernah mengalami kejadian yang membuatnya trauma saat melintas di jembatan tersebut.

"Pernah jatuh karena papan jembatan bergeser saat ada kendaraan lewat," katanya.

Karena khawatir dengan kondisi jembatan, sebagian warga bahkan memilih menyeberangi sungai ketika debit air sedang rendah. Meski harus berjalan di antara bebatuan sungai, cara tersebut dianggap lebih aman dibanding melintasi jembatan yang kondisinya terus memburuk.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum terjadi kecelakaan yang lebih serius. Warga menilai keselamatan masyarakat dan pelajar harus menjadi prioritas, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital yang digunakan setiap hari oleh ratusan orang.

Hingga saat ini, Jembatan Aiak Paungan masih berdiri dan digunakan masyarakat. Namun di balik fungsinya sebagai penghubung antarwilayah, tersimpan kekhawatiran besar bahwa kerusakan yang terus dibiarkan suatu saat dapat menimbulkan korban.