SELUMA, eWarta.co – Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, membuka kegiatan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Gizi Masyarakat melalui Diseminasi dan Publikasi Data Status Gizi Balita yang digelar di Aula Kantor Camat Sukaraja, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan pengelolaan, penyebarluasan, serta pemanfaatan data status gizi balita.
Melalui kegiatan ini, pemerintah tidak hanya memastikan pemenuhan gizi anak sesuai standar, tetapi juga mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Seluma, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, unsur pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta para pemangku kepentingan terkait.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Sri Yulia Ningsih, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya menjadi forum penyampaian data status gizi balita, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan berbagai program kesehatan terbaru kepada masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan data status gizi balita tersaji secara akurat sekaligus memperkenalkan berbagai program kesehatan terbaru kepada masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap pelayanan kesehatan semakin optimal dan upaya penurunan stunting di Kabupaten Seluma dapat berjalan lebih efektif," ujar Sri.
Sementara itu, Wakil Bupati Seluma Gustianto menegaskan bahwa data status gizi balita memiliki peran penting sebagai dasar dalam menentukan kebijakan serta langkah intervensi pemerintah dalam menekan angka stunting.
Menurutnya, upaya penurunan stunting harus dimulai sejak dini melalui pencegahan di tingkat keluarga, peningkatan edukasi kepada orang tua, pemenuhan gizi yang tepat, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
"Saya tegaskan, target kita bukan hanya menurunkan angka stunting, tetapi mencegah lahirnya kasus-kasus baru. Pencegahan harus dimulai dari keluarga melalui edukasi yang masif kepada para orang tua, didukung intervensi gizi yang tepat dan pendampingan yang berkesinambungan," ujar Gustianto.
Ia juga meminta seluruh pihak memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat secara maksimal agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi anak di Kabupaten Seluma.
"Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Pemerintah Pusat harus kita manfaatkan secara maksimal melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan agar benar-benar berdampak pada penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Seluma," tegas Gustianto.
Lebih lanjut, Gustianto menyebut penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar setiap program yang dijalankan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Seluma optimistis mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting sebagai modal pembangunan daerah di masa mendatang.










