Walikota Dedy Wahyudi Targetkan 10 Ribu Peserta Karnaval Batik Besurek 2026

Create: Fri, 17/04/2026 - 10:01
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menargetkan sekitar 10 ribu peserta akan meramaikan Karnaval Batik Besurek yang digelar Sabtu, 18 April 2026.

Jumlah peserta diperkirakan membeludak karena melibatkan pelajar dari tingkat SD hingga SMA, organisasi perangkat daerah (OPD), serta dukungan dari pemerintah provinsi.

“SD dan SMP saja ada sekitar 150 sekolah. Ditambah OPD kota dan provinsi, serta SMA yang juga akan dilibatkan,” ujar Dedy.

Seluruh peserta diwajibkan mengenakan batik besurek sebagai identitas utama karnaval. Pemerintah Kota Bengkulu juga mengundang tamu dari luar negeri seperti Singapura dan Malaysia untuk menyaksikan kegiatan tersebut.

Dedy menilai, karnaval ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Ia menyebut setiap pelaksanaan karnaval, permintaan batik besurek di pasaran selalu meningkat signifikan.

“Ini salah satu cara kita menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Selain karnaval, Pemkot juga menyiapkan rangkaian acara pendukung berupa pesta malam dengan konsep pencahayaan untuk menambah daya tarik.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin mengatakan, karnaval tahun ini mengusung tema “glowing in the dark” dan akan digelar pada malam hari.

Menurutnya, peserta akan menampilkan kreasi busana batik besurek yang dipadukan dengan elemen pencahayaan sehingga menciptakan tampilan visual yang lebih atraktif.

“Kami ingin karnaval ini tidak hanya menjadi tontonan lokal, tetapi juga menarik wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara,” ujarnya.

Kegiatan akan dipusatkan di Belungguk Point yang dinilai mampu menampung lonjakan pengunjung.

Pemkot Bengkulu juga menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pelajar asing di Bengkulu, serta mengupayakan kehadiran pejabat nasional seperti Menteri Pariwisata dan Menteri Kebudayaan.

Melalui karnaval ini, pemerintah berharap batik besurek semakin dikenal luas sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisata dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).