Bengkulu, eWARTA.co -- Kementerian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) tahun 2022 ini tengah mempersiapkan 2 lokasi fokus (Lokus) Model Desa Ramah Perempuan dan Anak (DRPPA) di Provinsi Bengkulu.
Koordinator Bidang III Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Bengkulu, Trisdiani Fajar, Jumat (27/5/2022), mengatakan sejak diinisiasi pada tahun 2021, Kemen PPPA menetapkan Provinsi Bengkulu sebagai pilot project dari program ini.
Di Provinsi Bengkulu, kata Trisdiani, lokus DRPPA menyasar dua kabupaten dipilih, yakni Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko.
Dari masing-masing kabupaten itu, lanjutnya, terdapat dua desa yang kemudian dijadikan percontohan DRPPA.
"Tahun 2022 Kemen PPPA menargetkan terbentuknya 142 DRPPA di 33 propinsi. Di Bengkulu Utara dipilih Desa Datar Ruyung dan Sidodadi, lalu di Mukomuko di Desa Penarikan dan Lubuk Sanai II," katanya.
Trisdiani mengatakan saat ini pelaksanaan DRPPA tengah memasuki tahap sosialisasi dilanjutkan dengan pengukuhan relawan desa.
"Pekan depan kami bersama tim dari Kemen PPPA akan mengadakan audiensi dulu kepada kepala daerahnya. Tahap selanjutnya adalah pelantikan relawan desa yang akan kami jadikan kader DRPPA," kata Trisdiani.
Bergulir pasca pelantikan, Tim Kemen PPA kemudian akan melakukan rembuk desa dan penyuluhan yang nantinya para relawan akan dilatik untuk mengaplikasikannya ke desa binaan.
DP3AP2KB menekankan ada 10 indikator yang nantinya akan menjadi fokus program ini dan para relawan minimal dapat mencapai 4 indikator.
Empat indikator dasar tersebut yakni profil desa, upaya pencegahan kekerasan perempuan dan anak, pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan perekonomian, dan keterlibatan perempuan dalam mengambil keputusan.
"Tujuan program ini adalah mencegah adanya kekerasan perempuan dan anak, meningkatkan kualitas hidup perempuan dan menjadikan desa ramah perempuan dan anak," demikian Trisdiani. (Bisri)









