BENGKULU,eWARTA.co -- Kepala Balitbang Hukum dan HAM (Balitbangkumham) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI memberikan penguatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Berbasis Data (IPK-IKM) untuk mewujudkan pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM, di Aula Rafflesia Kanwil Kemenkumham Bengkulu, Rabu (2/3/22).
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Imam Jauhari, Kepala Divisi Administrasi Johan manurung, Kepala Divisi Pemasyarakatan Ika Yusanti, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kurniaman Telaumbanua, seluruh Kepala UPT, Pejabat Administrator dan Pengawas di Jajaran Kanwil Kemenkumham Bengkulu.
Kakanwil Imam dalam sambutannya melaporkan capaian dan upaya yang telah dilakukan oleh seluruh satuan kerja demi meraih predikat WBK/WBBM.
“Merubah mindset pegawai tidaklah mudah, tetapi kami telah mengupayakan hal tersebut. Inovasi telah banyak diciptakan, kami juga sudah menjalin komunikasi yang baik dengan media," kata Imam.
Tak hanya itu, Imam juga meminta agar kepala satuan kerja secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan zona integritas.
"Perlu kami laporkan juga bahwa terdapat peningkatan hasil survei IPK-IKM di Tahun 2022 ini dibanding tahun 2021 yang lalu,” kata Kakanwil.
Sementara itu, Kepala Balitbangkumham RI, Sri Puguh Budi Utami memberikan penguatan tentang Strategi menuju WBK/WBBM. Ia mengajak untuk mendoakan rekan-rekan yang sedang terpapar COVID-19 agar segera pulih dan dapat kembali berkinerja dengan baik.
Sri menyebut dalam meraih WBK/WBBM, tentu tidak mudah dan membutuhkan jiwa dan raga yang sehat.
“Kegagalan kita di masa lalu jadikanlah pelajaran. Hal tersebut wajar karena semua butuh proses, tetap semangat, mudah-mudahan tahun ini Jajaran Kanwil Kemenkumham Bengkulu mendapatkan apresiasi dengan meraih predikat WBK/WBBM,” ujar Sri Puguh Budi Utami.
Untuk mencapai hasil yang memuaskan, Sri Puguh Budi Utami juga memberikan kiat-kiat agar belajar dari survey IPK-IKM.
Yakni memperhatikan aspek-aspek yang bisa menjadi sandungan dalam penilaian IPK-IKM dapat menjadi kunci dalam memperbaiki pelayanan untuk waktu ke depan sehingga dengan adanya analisis yang dilakukan, masalah dapat ditemukan dan diperbaiki.
"Dengan adanya kegiatan penguatan ini, diharapkan dapat menjadi penyemangat seluruh Satuan kerja dalam mewujudkan dan meraih predikat WBK/WBBM," pungkas Sri. (Bisri)









