BPTD Dorong Pembangunan Terminal Barang di Bengkulu

Create: Sat, 05/09/2026 - 19:07
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co — Aktivitas kendaraan angkutan barang yang keluar dan masuk Provinsi Bengkulu terbilang tinggi. Berdasarkan survei lalu lintas harian rata-rata (LHR) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu, jumlah kendaraan angkutan barang mencapai sekitar 2.000 unit setiap hari.

Survei dilakukan di sejumlah jalur yang menjadi akses keluar-masuk kendaraan angkutan barang. Di antaranya Jembatan Timbang Lubuklinggau, Lubuk Sumbar, ruas Kaur menuju Lampung serta jalur Kepahiang menuju Pagar Alam.

Data tersebut menjadi salah satu dasar BPTD Kelas III Bengkulu mendorong pembangunan terminal barang di Provinsi Bengkulu. Fasilitas tersebut dinilai diperlukan untuk menata aktivitas kendaraan angkutan barang, terutama kendaraan dengan tonase besar.

Kepala BPTD Kelas III Bengkulu, Dinda, mengatakan terminal barang nantinya dapat menjadi lokasi khusus bagi kendaraan angkutan barang untuk melakukan bongkar muat. Dengan adanya lokasi yang terpusat, aktivitas bongkar muat diharapkan tidak lagi dilakukan di sembarang tempat.

"Dari hasil survei ini, kami berharap Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah dapat membuat satu terminal barang, sehingga kendaraan bertonase dan angkutan barang bisa melakukan bongkar muat di tempat yang sudah ditentukan," ujar Dinda, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, aktivitas bongkar muat di badan atau sisi jalan dapat mengganggu arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Kondisi tersebut juga dapat membahayakan pengguna jalan lain, terutama ketika kendaraan bertonase besar berhenti dalam waktu lama.

"Jangan sampai kendaraan angkutan barang menurunkan atau menaikkan barang di sembarang tempat. Ini bisa membahayakan penumpang atau pengguna jalan lainnya," katanya.

Selain aspek keselamatan, penataan kendaraan angkutan barang juga berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan. Kendaraan dengan muatan besar yang berhenti dan beraktivitas di sepanjang jalan secara intensif dinilai dapat mempercepat kerusakan jalan apabila tidak ditata dengan baik.

Dinda menyebut usulan pembangunan terminal barang telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. BPTD berharap pemerintah daerah dapat mendukung rencana tersebut, khususnya dalam penyediaan lahan apabila pembangunan mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan.

"Usulan ini sudah kami sampaikan ke pemerintah daerah. Harapannya nanti pemerintah daerah bisa menyiapkan atau menghibahkan lahan apabila dari Kementerian Perhubungan sudah memberikan persetujuan," jelasnya.

BPTD Kelas III Bengkulu berharap keberadaan terminal barang nantinya dapat membuat pergerakan kendaraan angkutan barang lebih tertib. Selain mendukung kelancaran distribusi, fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan membantu menjaga kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Bengkulu.