BENGKULU, ewarta.co - Pelajar asal Kabupaten Seluma dan Rejang Lebong yang didaulat menjadi Paskibraka Nasional disambut meriah saat pulang ke Bengkulu.
Mereka adalah Aisyah Rahmawati pelajar asal SMA Negeri 3 Seluma yang didaulat menjadi pembawa baki Bendera Merah Putih saat upacara penurunan Bendera Merah Putih HUT RI ke-74 di Istana Negara, Jakarta.
Sedangkan Sudrajat Prawijaya, pelajar asal SMAN 4 Rejang Lebong didaulat masuk dalam barisan Paskibraka pasukan 17.
Penyambutan kedatangan kedua pelajar yang telah membanggakan dan mengharumkan nama Provinsi Bengkulu ini disambut langsung dengan meriah dan penuh kebanggaan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman juga Wakil Bupati Seluma, Suparto dan istri.
Dalam penyambutan itu, Kadispora Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman mengalungkan bunga kepada kedua pelajar membanggakan tersebut, Aisyah dan Sudrajat.
Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti dalam sambutannya mewakili Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang dicapai oleh Aisyah dan Sudrajat.
Beliau juga berharap, prestasi yang diraih Aisyah dan Sudrajat ini dapat menjadi motivasi pelajar lainnya untuk terus menorehkan prestasinya pada Paskibraka Nasional ditahun berikutnya.
"Kami mengucapkan rasa bangga atas prestasi kedua paskibraka dari Provinsi Bengkulu, semoga dapat memotivasi generasi selanjutnya untuk ikut menjadi paskibraka nasional. Setiba di daerah masing-masing nantinya harus menjadi tauladan bagi teman-teman yang lain," Kata Nopian saat menyampaikan sambutannya yang mewakili Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di ruang rapat III Kantor Gubernur Bengkulu, Jum'at (23/8).
Aisyah Rahmawati yang merupakan gadis kelahiran Desa Renah Panjang Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma, 2 April 2003 ini bercita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan) yang nantinya dapat lebih membanggakan kedua orang tuanya.
Ia membeberkan prosesi latihannya menjadi Paskibraka bersama Paspampres yang menjalani latihan ketat hingga dirinya didaulat menjadi pembawa baki.
"Aisyah bercita-bercita menjadi Polwan, semoga nanti bisa ikut tes dan bisa membanggakan orang tua. Pada saat latihan Aisyah bersama para Paspampres, kemudian melalui pelatihan yang disiplin dan ketat Aisyah dipercaya untuk menjadi pembawa baki," sampainya.
Sedangkan Sudrajat Prawijaya mempunyai tanah kelahiran di Curup 16 Juli 2003 juga bercita-cita menjadi Tentara. Ia juga menceritakan pengalamannya saat menjalani latihan Paskibraka di Istana Negara.
"Kedepan akan lebih baik lagi meraih cita-cita, cita-cita saya nanti mau jadi Tentara.Selain baris-berbaris kami juga belajar etika dan sopan santun selama disana," Tukasnya. (Nay)









