MINAHASA, eWarta.co — Nuansa budaya Minahasa mewarnai pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC Srikandi Jaga Desa serta DPC Asosiasi Satuan Pelindungan Masyarakat (ASLINMAS) Kabupaten Minahasa periode 2026–2031, Rabu (14/10/2026).

Prosesi diawali dengan penyambutan melalui tarian tradisional Kabasaran, seni tari perang khas Minahasa yang merepresentasikan identitas, keberanian, dan nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Iringan tarian tersebut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan yang dihadiri jajaran Kejaksaan, pemerintah daerah, DPRD, TNI, serta pengurus organisasi kemasyarakatan.
Di tengah suasana kental dengan tradisi lokal itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. Ferrytass, Dt. Toembidjo, secara resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan kedua organisasi untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Liony Leontin Mongi, S.H., dipercaya memimpin DPC Srikandi Jaga Desa Kabupaten Minahasa, sedangkan Drs. Lexie S. J. Korengkeng ditetapkan sebagai Ketua DPC ASLINMAS Kabupaten Minahasa.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi. Pengurus yang baru dikukuhkan dituntut mampu menerjemahkan amanah tersebut menjadi kerja nyata, terutama dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kesadaran hukum, dan mendukung tata kelola pemerintahan desa serta kelurahan yang transparan.

Plt. Kajati Sulut hadir didampingi Asisten Pidana Militer Kolonel Laut (KH) Fredie Alexander Tamara, S.H., M.H., Kepala Tata Usaha Kusbiantoro, S.H., M.H., perwakilan Asisten Intelijen Alkaf, S.H., M.H., serta Kepala Seksi Penerangan Hukum Irvan Bilaleyaleya, S.H.
Turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Rama Eka Darma, S.H., M.H., bersama jajaran; Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda Watania, M.M., M.Si.; Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Frangky Wolayan, S.E.; serta Kapten Inf. Jefri Ando yang mewakili Dandim 1302/Minahasa.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Utara Ir. Stefanus B.A.N. Liow, M.A.P., Ketua DPD Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara Ns. Gresty N. M. Masie, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ketua DPD ASLINMAS Sulawesi Utara Brian Janny Waleleng, S.H., M.Kn., dan Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Minahasa Charles Woi bersama jajaran.
Kajati Tekankan Integritas dan Kerja Nyata
Dalam arahannya, Plt. Kajati Sulut menegaskan bahwa pelantikan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menjalankan organisasi secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ia meminta pengurus memperkuat konsolidasi internal, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menyusun program kerja yang terarah dan memberikan manfaat nyata.
Salah satu perhatian utama adalah penguatan program Jaksa Garda Desa dan Kelurahan (JAGA DESA). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman hukum sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan.
Upaya itu dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar prinsip transparansi dan akuntabilitas tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam tata kelola pemerintahan di tingkat desa.
Pendataan Anggota Jadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, penguatan administrasi dan pendataan keanggotaan organisasi juga menjadi perhatian.
Berdasarkan data per 13 Oktober 2026, jumlah anggota ASLINMAS yang terdaftar di Sulawesi Utara mencapai 308 orang. Sementara itu, ABPEDNAS Sulawesi Utara tercatat memiliki 32.778 anggota dan menempati peringkat kedua nasional berdasarkan data pada tanggal yang sama.
Melalui kepengurusan baru ini, Srikandi Jaga Desa dan ASLINMAS Minahasa diharapkan semakin aktif memperluas partisipasi masyarakat, meningkatkan kapasitas organisasi, serta mendukung terciptanya pemerintahan desa dan kelurahan yang tertib, transparan, dan akuntabel.
Perpaduan prosesi adat melalui tarian Kabasaran dan pengukuhan organisasi tersebut menjadi penanda bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan tanggung jawab sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, ukuran keberhasilan kepengurusan periode 2026–2031 pada akhirnya bukan hanya pada kemeriahan pelantikan, melainkan pada konsistensi program dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat Minahasa.***
(Rm).










