BENGKULU,eWARTA.co -- Warga yang terdampak banjir di Kecamatan Semidang Alas Maras dan Semidang Alas Kabupaten Seluma mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Keluhan ini dialami warga di desa Serian Bandung, Talang Alai, Talang Kemang, Jambat Akar, Gunung Kembang, Maras Bantan, Gunung Bantan, Serian Bandung, dan Muara maras.
"Yang dibutuhkan sekali adalah air minum dan air bersih dan beras untuk makan. Seluruhnya sudah tidak bisa gunakan lagi,"ucap warga Jambat Akar, Sarjono Mg kepada wartawan, Jumat (9/10)
Dikatakan Saryono, jika banjir tersebut sudah terjadi dua hari. Namun hingga saat ini warga belum mendapatkan bantuan apapun dari desa, kecamatan dan pemerintah Seluma sekalipun. Mengingat air bersih sangatlah dibutuhkan. Setelah seluruh kawasan desa Jambat Akar tergenang air termasuk kawasan persawahan.
"Sawah dan kolam lele ikut ilang akibat banjir. Sehingga kami butuhkan saat ini bantuan," jelasnya.
Terpisah, Toyo Ardi (50) salah seorang petani di desa Jambat Akar mengalami kerugian cukup besar. Pasalnya 20 hektar sawah setelah usai panen padi ikut hanyut di terjang banjir. Hanya menyisakan beberapa saja dan itupun telah basah.
"Biasanya kami bisa menghasilkana 20 karung gabah. Namun saat ini tidak bisa karena sudah hanyut,"keluhnya.
Ditambahkannya, bahwa saat ini 1/3 hasil panen saja yang bisa terselamatkan dalam bentuk gabah basah. Ketingian banjir kemarin malam sempat sampai 2 Meter. Termasuk padi yang sudah di simpan di lumbung padi pun tidak bisa terselamatkan, ikut hanyut di terjang banjir.
"Apa boleh buat lagi banjir melanda dan kondisi juga malam hari," demikian.
Pantauan dilapangan, terlihat masyarakat dibeberapa desa yang terdampak banjir mulai membersikan sisa banjir. Namun di sebagian desa terlihat genangan air masih menggenangi pemukiman warga, yang ketinggiannya bervariasi mulai dari semata kaki sampai 30 centimeter. Beruntung banjir musiman ini tidak memakan korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta. (nor)









