LOLAYAN, eWarta.co – Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca bentrokan antarwarga Desa Abak dan Desa Bombanon, Kecamatan Lolayan, terus diperkuat Polres Kotamobagu.
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Kotamobagu dikerahkan untuk melakukan patroli intensif dan penyisiran di kedua desa, menyusul insiden tawuran yang terjadi pada Minggu dini hari.
Patroli dengan pola hunting system tersebut difokuskan pada jalur perbatasan, kawasan permukiman, serta sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi bentrokan. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi aksi balasan maupun provokasi yang dapat memicu konflik kembali.
Selain melakukan pemantauan, personel URC juga menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya, serta tidak mengambil tindakan sendiri.
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kasat Reskrim AKP Mahadewa Bayu S., S.Tr.K., S.I.K., mengatakan pengamanan di wilayah tersebut menjadi perhatian serius jajaran kepolisian.
Menurut Mahadewa, Tim URC telah diperintahkan untuk tetap siaga dan melaksanakan patroli bergerak guna memastikan tidak terjadi eskalasi konflik.
"Pasca kejadian Abak dan Bombanon, kami perintahkan Tim URC untuk stand by dan melakukan patroli mobile di dua desa tersebut. Langkah ini untuk mencegah provokasi maupun aksi balasan," tegasnya.
Ia menjelaskan, pengamanan juga melibatkan personel gabungan TNI dan Brimob yang disiagakan selama 3x24 jam. Sebelumnya, upaya mediasi telah dilakukan dan kondisi di kedua desa berangsur kondusif.
Meski demikian, aparat tidak ingin lengah. Patroli dan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan.
"Mediasi sudah dilakukan dan situasi saat ini kondusif. Namun, patroli tetap kami gencarkan. Jika ada pihak yang mencoba memprovokasi atau melakukan penyerangan ulang, tentu akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum," ujarnya.
Kasat Reskrim juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para orang tua di Desa Abak dan Bombanon untuk mengambil peran dalam meredam ketegangan.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri, menjaga komunikasi, dan tidak membiarkan persoalan tersebut berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
"Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan persoalan ini kepada aparat. Jangan ada tindakan main hakim sendiri. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di wilayah Lolayan," pungkasnya.***
(Rendy)










