Komisi D DPRD Jember Dukung Penuh Program Homecare Gus Fawait, Dhafir Luruskan Salah Persepsi Masyarakat

Create: Sun, 27/09/2026 - 22:27
Author: Redaksi

 

JEMBER, ewarta.co – Anggota Komisi D DPRD Jember, Ahmad Dhafir Syah, meluruskan salah persepsi masyarakat terkait program Homecare andalan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait (Gus Fawait).

​Dhafir menegaskan bahwa Komisi D—sebagai mitra Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) serta tiga RSUD—sangat mengapresiasi Homecare. Program jemput bola ini dinilai sebagai langkah maju yang belum dimiliki kabupaten lain secara menyeluruh.

​"Homecare adalah pemberian pelayanan keperawatan maupun medis dengan cara tenaga kesehatan mendatangi langsung sasaran. Ada enam kriteria sasaran yang sudah diluncurkan," jelas Dhafir, Minggu (27/9/2026).

​Adapun enam sasaran program Homecare Jember meliputi:

* ​Lansia dengan Kartu Keluarga (KK) tunggal yang memerlukan perawatan

​* Penyandang disabilitas

* ​Ibu hamil dengan risiko tinggi (risti)

​* Penderita penyakit kronis

​* Keluarga yang memiliki balita stunting

* ​Keluarga dengan kemiskinan ekstrem yang memiliki masalah kesehatan

​Ia meluruskan bahwa pelayanan di rumah bukan berarti tenaga kesehatan (nakes) datang setiap hari, apalagi menunggui pasien. Setelah pemeriksaan awal, pasien akan diasesmen. Jika membutuhkan rawat inap, pasien langsung dirujuk ke Puskesmas atau RSUD sesuai domisili.

​Namun, jika kondisi pasien cukup rawat jalan, pasien akan diberi obat untuk jangka waktu 2–3 hari. Apabila dalam tiga hari kondisi membaik, kunjungan dinyatakan selesai. Jika belum membaik, nakes akan kembali berkunjung karena telah mengantongi rekam medis pasien.

​"Jadi tidak harus setiap hari didatangi. Kalau sudah membaik tetapi belum 100 persen, akan ada layanan telemedicine dan obat diantar langsung ke rumah, tidak perlu mengambil ke Puskesmas," tegasnya.

​Dhafir, yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan serta pengalaman kerja 5 tahun di Puskesmas Banyuwangi, 5 tahun di RS Daerah Kalisat, dan 4 tahun sebagai nakes di luar negeri, menilai konsep pelayanan 24 jam hanya berlaku jika pasien dirawat di fasilitas kesehatan (faskes).

​Ia menambahkan, keunggulan Homecare Jember terletak pada dukungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pengerahan 1.200 nakes dari 50 Puskesmas. Nakes tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga bisa memberikan rekomendasi untuk program lintas OPD seperti jambanisasi dan bedah rumah jika menemukan kondisi tersebut saat kunjungan via aduan Wadul Guse.

​"Ini program yang betul-betul menyasar masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Satu langkah lebih maju dibanding daerah lain," pungkasnya.

​Salah satu contoh penerima manfaat program ini adalah Mbah Sami (72), warga Desa Curahnongko yang tinggal seorang diri di kawasan dekat hutan. Tim Dinkes PPKB Jember bersama Puskesmas Curahnongko mengunjungi Mbah Sami yang membutuhkan pemeriksaan akibat tulang belakang melengkung dan kaki yang sering ngilu.

​Mbah Sami mengapresiasi kunjungan petugas ke rumahnya dan menyampaikan terima kasih atas hadirnya program inovatif dari Bupati Gus Fawait tersebut.

​"Maturnuwun Gus Bupati, Bapak Ibu maturnuwun kulo," ucap Mbah Sami penuh haru.

​Penulis: Hafit

Foto: Dhafir Syah