Bengkulu, eWarta.co – Bencoolen Fest 2026 mencatat transaksi sebesar Rp1,29 miliar dengan jumlah pengunjung sekitar 20 ribu orang. Capaian tersebut menunjukkan potensi festival budaya dalam mendorong penjualan produk UMKM dan menggerakkan ekonomi kreatif di Provinsi Bengkulu.
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bengkulu, Hendra Gunawan, S.E., M.Si., mengapresiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu selaku penyelenggara kegiatan. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya memperkenalkan budaya lokal, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pemprov Bengkulu berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan komunitas kreatif agar manfaat ekonominya semakin luas,” ujar Hendra.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan Bencoolen Fest dirancang sebagai sarana promosi budaya sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Potensi budaya Bengkulu, menurutnya, tidak hanya terbatas pada batik Besurek, tetapi juga mencakup beragam karya seni dan kreativitas lokal yang berpeluang menembus pasar nasional hingga internasional.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan yang mencapai sekitar 20 ribu orang selama festival berlangsung. Bank Indonesia juga menyediakan voucher bagi pengunjung yang bertransaksi untuk mendorong belanja sekaligus meningkatkan penjualan produk UMKM.
Selain kegiatan ekonomi, Bencoolen Fest 2026 menghadirkan program wakaf produktif melalui penjualan kopi seharga Rp10 ribu per gelas. Wahyu menjelaskan, hasil penjualan tersebut disalurkan melalui program wakaf produktif untuk mendukung kegiatan pesantren, bukan menjadi penerimaan Bank Indonesia.
Program tersebut sekaligus memperkenalkan wakaf sebagai instrumen sosial yang dapat dikelola secara produktif untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, Bencoolen Fest menggabungkan promosi budaya, pemberdayaan UMKM, dan kepedulian sosial.
Pemprov Bengkulu dan Bank Indonesia berharap kolaborasi serupa terus diperkuat untuk meningkatkan daya saing produk lokal dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha. Capaian transaksi Rp1,29 miliar dan kunjungan sekitar 20 ribu orang menjadi modal untuk mengembangkan Bencoolen Fest sebagai agenda yang memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.










