BENGKULU, eWarta.co — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu mempercepat pemenuhan administrasi kependudukan (adminduk) bagi warga dengan menerapkan strategi “kejar bola” langsung ke tengah masyarakat.
Di bawah komando Kepala Disdukcapil Kota Bengkulu Widodo, pelayanan difokuskan pada dua kelompok prioritas, yakni remaja pemula yang memasuki usia 16 dan 17 tahun serta warga penyandang disabilitas yang membutuhkan layanan adminduk.
Untuk mempercepat pelayanan, Disdukcapil memanfaatkan sistem digital terintegrasi Machine-to-Machine (M2M) yang didukung alat rekam KTP-el mobile. Teknologi portabel tersebut memungkinkan petugas melakukan perekaman data biometrik secara langsung di lokasi warga, termasuk mendatangi rumah penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik.
Widodo mengatakan perubahan pola pelayanan ini dilakukan untuk memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dalam pemenuhan hak administrasi kependudukan. Kelengkapan data kependudukan juga menjadi dasar bagi perangkat daerah lain dalam memberikan akses jaminan sosial dan kesehatan.
“Langkah yang kami lakukan saat ini bukan lagi sekadar jemput bola, tetapi kita langsung kejar bola. Ini adalah gerakan kejar bola disabilitas dalam rangka pemenuhan adminduk,” ujar Widodo.
Menurutnya, setelah data kependudukan warga disabilitas lengkap, OPD terkait dapat segera memfasilitasi kepesertaan BPJS Kesehatan maupun menyalurkan bantuan sosial sesuai kondisi masing-masing warga.
Melalui sistem M2M dan alat perekaman KTP-el mobile, Disdukcapil Kota Bengkulu menargetkan perekaman bagi wajib KTP pemula dan kelompok rentan dapat dituntaskan dalam waktu dekat sehingga tidak ada warga yang terlewat dalam pelayanan adminduk. (**)










