DLH Kota Bengkulu Dorong Budidaya Maggot untuk Kurangi Sampah Organik

Create: Wed, 30/09/2026 - 12:15
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co — Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengembangkan budidaya maggot sebagai upaya mempercepat pengolahan sampah organik sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kepala DLH Kota Bengkulu Anshar Amin mengatakan pengolahan sampah menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) dinilai lebih cepat dibandingkan pengomposan konvensional. Sampah organik dapat diurai dalam hitungan jam sehingga berpotensi mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, maggot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu,” ujar Anshar, Rabu (30/9/2026).

Menurut Anshar, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menangani persoalan sampah, tetapi juga dikembangkan dengan konsep ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi maggot yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele.

“Ini konsep ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi,” katanya.

Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, DLH menggandeng akademisi dan komunitas lingkungan dalam memberikan edukasi serta pendampingan teknis kepada masyarakat. Warga didorong mampu mengelola budidaya maggot secara mandiri sekaligus memanfaatkan hasilnya untuk kebutuhan rumah tangga maupun ekonomi.

Saat ini, budidaya maggot telah dikembangkan di sejumlah wilayah, antara lain Kelurahan Tebeng, Lingkar Barat, Sawah Lebar, Sukarami, Padang Serai, Tanah Patah, dan Jalan Gedang. DLH berharap program tersebut dapat diperluas ke kelurahan lain untuk mempercepat pengurangan sampah organik di Kota Bengkulu. (**)