SELUMA, eWarta.co -- Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan Kader Posyandu beserta kader yang lainnya di buat kecewa dengan kepala Desa Dusun Teggah Kecamatan Lubuk Sandi atas ketidak hadirannya dalam mediasi.
Harapan kader Desa Dusun Tengah, Kades dapat hadir dalam mediasi tersebut, sehingga alasan gaji honorer yang belum terbayarkan mendapatkan jawaban langsung dari kepala Desa.
Diketahui polemik ini muncul setelah Pemerintah Desa belum membayarkan gaji honorer guru paud, kader posyandu, kader lansia, guru ngaji, dan kader-kader lain yang bersumberkan dari Alokasi Dana (ADD) selama empat bulan terhitung mulai bulan september hingga desember 2024.
Salah satu kader di desa tersebut yang enggan di sebut namanya menjelaskan, dalam mediasi yang diselenggarakan di kantor Desa tersebut pada senin (17/2) kepala Desa tidak hadir, dengan alasan sedang ada acara di luar.
"Kami berharap dari Pemerintah Desa harus lengkap dalam mediasi itu, namun kenyataannya kami merasa dikecewakan karena Kades tidak hadir, dengan alasan sedang ada acara di luar, " Sampainya, Senin (17/2/2025)
Perangkat Desa yang hadir dalam mediasi tersebut mengungkapkan, gaji tersebut belum bisa dibayarkan mengingat masih ada persolaan lain yang ada di Desa tersebut yang belum terselesaikan.
"Katanya tadi gaji belum bisa dibayarkan karena masih ada beberapa hal lain yang harus diselesaikan, " Sambungnya.
Dalam mediasi yang dilakukan di kantor Desa tersebut guru Paud, kader posyandu beserta kader yang lainnya menuntut bahasanya gaji tersebut harus sudah diberikan selambat-lambatnya pada tanggal 27 Pebruari 2024. Apabila tuntutan tersebut tidak terpenuhi maka persolaan ini akan di sampaikan langsung ke Pemerintah Daerah.
"Kalau tidak juga di cairkan kami akan kembali memproses persolaan ini, dan kami tidak akan diam, " Tutupnya. (Rns)









