Menjaga Penyu, Menjaga Masa Depan Pesisir: Pelindo Kick-Off Groundbreaking Rumah Penyu Alun Utara

Create: Tue, 29/09/2026 - 12:55
Author: Redaksi

 

BENGKULU TENGAH, ewarta.co — Semangat pelestarian lingkungan pesisir bergelora di Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (29/9/2026). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Peduli Pesisir, PT Pelindo Regional 2 Bengkulu berkolaborasi dengan Yakesma resmi memulai pembangunan (groundbreaking) Rumah Penyu di kawasan Alun Utara.

​Acara ini diawali dengan aksi penuh kehangatan, di mana anak-anak PAUD diajak bersama-sama melepaskan puluhan anak penyu (tukik) kembali ke habitat aslinya di Samudra Hindia. Suasana kian semarak lewat tabuhan musik tradisional Dol yang dibawakan secara apik oleh mahasiswa UKM Universitas Bengkulu (UNIB).

​Turut hadir dalam kesempatan tersebut GM Pelindo Regional 2 Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi, Danlanal Bengkulu, Danramil, Kapolsek, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu & Kabupaten Bengkulu Tengah, perangkat desa, civitas akademika UNIB, serta Pak Zul selaku pelopor konservasi setempat.

​Branch Manager Yakesma, Apra Yulianda Putra, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pelindo terhadap ekosistem pesisir Bengkulu yang kian terancam abrasi laut.

​Selama bertahun-tahun, Pak Zul bertindak sebagai "pahlawan lokal" konservasi yang merogoh kocek pribadinya dari hasil laut untuk membeli telur penyu dari masyarakat agar tidak dikonsumsi, lalu menetaskannya.

​Guna mendukung perjuangan tersebut, Pelindo memberikan bantuan fasilitas sarana konservasi berukuran 10 \times 4 meter yang dilengkapi ruang pengolahan telur dan kolam penangkungan tukik. Tak berhenti di situ, pada program lanjutan tahun 2027, Pelindo juga akan menghadirkan armada kapal beserta mesin tangkap untuk membantu riset penyu betina dan patroli menjaga keamanan pesisir.

​"Kami ingin kawasan ini menjadi pusat edukasi. Anak-anak sekolah dan mahasiswa kelautan bisa datang langsung untuk belajar mengapa penyu harus dilindungi dan bagaimana menjaga ekosistem laut kita," ujar Apra.

​Sementara itu, Danlanal Bengkulu  Komandan Lanal Bengkulu Letkol Laut (P) Brama Setya Indramawan, S.T. memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Pak Zul dan inisiatif Pelindo. Ia mengingatkan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat dalam memandang potensi pesisir.

​"Nenek moyang kita adalah pelaut hebat. Bengkulu dikaruniai garis pantai yang panjang; lihatlah lautan itu sebagai 'lautan emas' bernilai wisata dan edukasi, jangan hanya berpikir tentang sawit," tegas Danlanal.

​Ia juga menyoroti fenomena perubahan garis pantai dan arus laut Bengkulu yang sangat dinamis. Menurutnya, dinamika abrasi dan sedimentasi di wilayah ini menjadi laboratorium alam yang sangat menarik untuk diteliti oleh para mahasiswa dan akademisi.

​GM Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky K, menegaskan bahwa sebagai BUMN, Pelindo tidak hanya berfokus pada pencarian laba, tetapi juga hadir membawa kebermanfaatan yang berkelanjutan (sustainable) bagi masyarakat Bengkulu. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Pelindo pada 1 Oktober mendatang.

​Dimas menargetkan kawasan konservasi ini tidak berhenti pada sekadar bantuan fisik sementara, melainkan dikembangkan menjadi kawasan Edupark bertaraf nasional.

​"Kami ingin membangun kawasan ini secara berkelanjutan. Edupark ini bukan sekadar untuk Pak Zul, tapi untuk menciptakan 'Pak Zul - Pak Zul' baru di masa depan. Kita ingin tempat ini jadi pusat penelitian, edukasi, dan daya tarik pariwisata Bengkulu yang bahkan bisa bersaing di tingkat nasional," ujar Dimas.

​Ia juga mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya beraktivitas di pusat kota, tetapi mau turun langsung ke lapangan melakukan penelitian ilmiah terhadap fenomena alam pesisir Bengkulu.

​Dengan kolaborasi antara Pelindo, pemerintah daerah, TNI/Polri, akademisi, dan masyarakat lokal, pengerjaan fasilitas konservasi ini diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan dampak nyata bagi kelestarian laut Bengkulu hingga generasi mendatang. (**)