BENGKULU, eWarta.co -- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu mencatat masih terdapat 639 desa yang belum salur Dana Desa (DD) Tahap I dan 371 desa belum menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD Triwulan I.
Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Bayu Andy Prasetya mengatakan, pencairan DD saat ini memang masih sangat lambat dan terdapat beberapa desa di sembilan kabupaten yang belum mencairkan DD tahap pertama, padahal saat ini sudah memasuki triwulan tahap pertama.
"639 desa belum menyalurkan DD dan 371 desa belum mencairkan BLT. Apalagi Terlebih Kabupaten Lebong yang sama sekali belum ada penyaluran DD Tahap I maupun BLT Triwulan I," kata Bayu, Jumat (31/3/23).
Ia menjelaskan bahwa lambatnya pencairan dana desa di wilayah Bengkulu saat ini masih menjadi tugas besar sebab, anggaran dana desa itu seharusnya tersalur sebanyak 40 persen pada triwulan pertama.
Menurutnya saat ini penyaluran DD baru terealisasi 5,39 persen atau Rp56,25 miliar dari pagu DD sebesar Rp1,04 triliun.
Ditambahkan Kepala KPPN Bengkulu Addy Wijaya memperkiraan, sebagian besar desa masih memproses penetapan APBDes dan beberapa desa belum tuntas dalam menetapkan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) untuk BLT DD.
"Kami harap pemerintah desa dan desanya segera memenuhi persyaratan pencairan sehingga masyarakat yang butuh BLT DD apalagi yang kategori ekstrim bisa segera terbantu,” ungkap dia.
Ia menegaskan, bila sampai batas yang ditentukan mereka tak mencairkan dana desanya, maka mereka tak akan bisa mencairkan lagi DD tahap dua dan tahap tiga.
Pihaknya pun meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) agar mendorong desa di wilayah kerjanya untuk melakukan percepatan penyaluran DD Tahap I dan BLT Triwulan I serta meningkatkan koordinasi dengan KPPN maupun Kanwil DJPb apabila terdapat permasalahan.
"Lebih lagi saat ini memasuki bulan puasa, jadi jangan ditunda dan diharap sebelum lebaran bisa dituntaskan agar masyarakat bisa membelanjakan BLT DD-nya," demikian Addy.









