Lima Anak Rentan Kembali Sekolah Berkat Pemkot Bengkulu

Create: Tue, 22/09/2026 - 09:29
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co — Pemerintah Kota Bengkulu bersama Kementerian Sosial memfasilitasi lima anak rentan putus sekolah untuk kembali mengikuti pendidikan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Sentra Dharma Guna. Kelima anak tersebut mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Minggu, 20 September 2026.

Mereka yakni Erwin, Ahmad Nur Affandi, Gebby, Farel Riski dan Sabila yang sebelumnya tidak melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi dan persoalan keluarga. Erwin misalnya, selama ini membantu ibunya yang merupakan seorang janda dengan berjualan kerupuk dari warung ke warung dan mengamen.

Sementara Ahmad Nur Affandi merupakan anak dari seorang pemulung, Gebby merupakan anak yatim piatu, sedangkan Farel Riski dan Sabila sempat berhenti sekolah setelah jenjang SMP. Kondisi tersebut membuat kelimanya masuk dalam kelompok anak yang membutuhkan pendampingan untuk kembali mendapatkan hak pendidikan.

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita mengatakan pemerintah tidak ingin kondisi ekonomi menjadi alasan anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Jangan sampai kemiskinan hari ini membuat anak-anak kita kehilangan masa depan. Pendidikan adalah salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, anak yang putus sekolah harus kita cari dan kita bantu untuk kembali belajar,” ujar Afriyenita.

Ia mengatakan persoalan anak putus sekolah tidak cukup hanya dicatat sebagai data, tetapi harus diikuti langkah nyata untuk mengembalikan mereka ke lingkungan pendidikan. Kondisi ekonomi, keluarga dan lingkungan sosial menjadi sejumlah faktor yang perlu ditangani agar anak dapat kembali belajar.

“Tugas kita bukan hanya mencatat siapa yang putus sekolah, tetapi memastikan mereka kembali mendapatkan hak untuk belajar. Jangan biarkan kondisi ekonomi hari ini menentukan masa depan mereka selamanya,” katanya.

Program SKB tersebut dilaksanakan Pemkot Bengkulu melalui kolaborasi dengan UPT Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial. Afriyenita hadir mendampingi pelaksanaan MPLS bersama Sekretaris Dinsos Iryana serta pendamping sosial Kemensos Yeyen Visiesha dan Puja Kusuma.