KOTAMOBAGU, eWarta.co — Gerak cepat jajaran Polres Kotamobagu bersama Kodim 1303/Bolaang Mongondow dalam meredam ketegangan pascainsiden perkelahian antarkampung (tarkam) di perbatasan Desa Bombanon dan Desa Abak, Kecamatan Lolayan, mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Resmol Maikel.
Resmol menilai langkah Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., bersama Dandim 1303/Bolaang Mongondow Letkol Inf. Manashe Lomo, S.H., M.I.P., yang turun langsung memimpin patroli gabungan merupakan bentuk keseriusan aparat dalam menjaga keamanan dan mencegah konflik meluas.
Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan TNI-Polri di tengah masyarakat menjadi langkah positif untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan situasi tetap terkendali.
"Langkah cepat Kapolres dan Dandim patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa TNI-Polri tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk mencegah konflik berkepanjangan," demikian apresiasi Resmol.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres dan Dandim didampingi Kabag Ops Polres Kotamobagu AKP Rusdin Zima serta Kapolsek Lolayan IPTU Johan Atang. Mereka menyisir sejumlah titik rawan di wilayah perbatasan kedua desa yang sebelumnya sempat diwarnai ketegangan.
Selain patroli pengamanan, aparat juga mengedepankan pendekatan humanis melalui dialog dan mediasi dengan melibatkan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta tokoh masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk membuka ruang komunikasi, meredam emosi warga, sekaligus mencari penyelesaian persoalan secara damai agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Resmol juga mengapresiasi sinergitas TNI-Polri dan pemerintah daerah yang dinilainya sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh warga Desa Bombanon dan Desa Abak dapat menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta memberikan kepercayaan kepada aparat dan pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.
"Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan melalui komunikasi justru semakin membesar akibat provokasi. Kedepankan persaudaraan dan jangan biarkan hubungan antarmasyarakat rusak karena konflik," pesannya.
Resmol menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap situasi di perbatasan kedua desa segera kembali kondusif sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal tanpa dibayangi ketegangan.***
(Rendy)










