Bengkulu Tengah, eWarta.co – Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, mendorong percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah capaian penerima manfaat baru menyentuh sekitar 18 ribu orang dari target 36 ribu.
Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Bengkulu Tengah di Ruang Rapat Bupati, Kamis (16/4/2026). Rapat ini difokuskan pada sinkronisasi program, perizinan, hingga pengawasan pelaksanaan MBG di daerah.
“Melalui rapat ini, kita ingin memastikan seluruh aspek berjalan selaras sesuai regulasi. Harapannya seluruh target penerima manfaat dapat terlayani dan program ini benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegas Rachmat.
Koordinator BGN wilayah Bengkulu Tengah, Roni Vidiansyah, menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor kunci percepatan program. Selain meningkatkan gizi masyarakat, MBG juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM.
Dalam rapat tersebut juga terungkap kesiapan infrastruktur pendukung. Saat ini Bengkulu Tengah telah memiliki 7 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif, sementara 17 lainnya masih dalam tahap persiapan, dari total rencana 25 unit dapur layanan.
Tiga lokasi SPPG yang telah selesai dibangun berada di Pasar Pedati, Renah Semanek, dan Taba Lagan. Salah satu titik akan dipilih untuk peresmian simbolis pada Mei mendatang.
Namun, percepatan program dibarengi dengan pengetatan aturan. Seluruh SPPG diwajibkan memenuhi perizinan lengkap, termasuk izin bangunan, usaha, dan dokumen lingkungan. Pelanggaran akan berujung sanksi administratif hingga penghentian operasional.
Selain itu, standar pengelolaan limbah, uji kualitas lingkungan, serta sertifikasi higienis sanitasi juga menjadi kewajiban yang harus dipenuhi secara berkala. Pemerintah daerah juga akan memperkuat pengawasan keamanan pangan, baik dari produk tumbuhan maupun hewan.
Di sisi lain, SPPG diarahkan untuk menyerap tenaga kerja lokal dan memprioritaskan bahan baku dari UMKM, BUMDes, serta pelaku usaha setempat guna mendorong perputaran ekonomi daerah.
Dengan skema kolaborasi antara Pemkab dan BGN, pemerintah menargetkan pelaksanaan MBG di Bengkulu Tengah dapat dipercepat, lebih tepat sasaran, serta memberikan dampak langsung bagi peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat.









